Example 970x100
Berita

Sekolah Gagal Bersaing? Mungkin Bukan Karena Kurikulum, Tapi Gagal Punya Strategi

×

Sekolah Gagal Bersaing? Mungkin Bukan Karena Kurikulum, Tapi Gagal Punya Strategi

Share this article

Di era digital dan persaingan global saat ini, tantangan dunia pendidikan jauh lebih kompleks dari sekadar soal kurikulum. Sekolah dan kampus bukan hanya lembaga pengajaran, tapi juga organisasi yang harus punya manajemen strategik yang jelas — kalau mau tetap eksis dan relevan.

Manajemen strategik pendidikan adalah kunci agar institusi tidak hanya “mengajar”, tapi juga mampu membaca arah zaman, berinovasi, dan menjawab kebutuhan nyata peserta didik. Seperti ditegaskan oleh Hitt, Ireland, dan Hoskisson (2001), setiap organisasi — termasuk lembaga pendidikan — harus mampu menyusun strategi jangka panjang yang fleksibel dan kompetitif.

Sayangnya, banyak sekolah dan kampus masih terjebak di zona nyaman:

Sistem belajar masih konvensional

Minim inovasi digital

Gagal membangun kemitraan dengan dunia industri

Tidak peka terhadap kebutuhan soft skill generasi Z dan Alpha

Padahal, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) sudah menjadi standar di banyak negara.

Lembaga pendidikan yang tanggap strategi sudah mulai:

Merancang visi jangka panjang berbasis tren global

Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri

Melatih guru sebagai digital educator

Menyediakan ruang kolaborasi lintas bidang dan teknologi

Contoh nyata? Banyak pesantren modern kini mengembangkan unit bisnis, go digital, dan menjalin kerjasama internasional. Kampus-kampus unggulan juga mulai mengintegrasikan AI dan big data dalam sistem akademik dan administrasi.

Karena itu, pendidikan hari ini butuh lebih dari sekadar guru dan kurikulum. Ia butuh leaders yang paham strategi. Ia butuh transformasi budaya organisasi. Dan yang paling penting: ia butuh visi yang dibangun lewat pendekatan manajemen strategik.

Tanpa strategi, pendidikan hanya akan jadi rutinitas. Dengan strategi, pendidikan bisa jadi kekuatan transformasi bangsa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *