Example 970x100
Berita

Kongres IMALA Ke-XII Harus Bisa Meneguhkan Idealisme dan Independensi Ikatan Mahasiswa Lebak

×

Kongres IMALA Ke-XII Harus Bisa Meneguhkan Idealisme dan Independensi Ikatan Mahasiswa Lebak

Share this article

LEBAK- Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) kembali menggelar Kongres Ke-XII dengan tema besar “IMALA Jaya, Lebak Berdigdaya”. Menjelang Kongres IMALA Ke-XII menjadi momentum penting bagi Ikatan Mahasiswa Lebak untuk kembali meneguhkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai idealisme dan independensi dalam berorganisasi.

Udi Wahyudi Pengurus IMALA Cabang Rangkasbitung Periode 2022-2024 sekaligus Bakal Calon Ketua Umum PP IMALA, mengatakan dalam kongres ini, Tema “IMALA Jaya, Lebak Berdigdaya” kembali ditegaskan sebagai pilar utama organisasi. Ikatan Mahasiswa Lebak diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah yang bermartabat, bukan hanya sebagai agen perubahan sosial, tetapi juga sebagai pemikir kritis dan pelaku langsung dalam proses pembangunan.

“Dengan mengedepankan idealisme dan independensi, IMALA berkomitmen untuk tidak terkooptasi oleh kepentingan politik praktis ataupun kekuatan luar yang berpotensi mereduksi semangat perjuangan organisasi,” Ucap Udi pada 16 September 2024.

Salah satu isu penting yang dibahas dalam kongres kali ini adalah pentingnya menjaga independensi organisasi. IMALA menyadari bahwa sebagai organisasi mahasiswa, mereka harus tetap kritis dan netral terhadap segala bentuk intervensi eksternal, baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Hal ini menjadi dasar bagi setiap keputusan strategis yang diambil dalam kongres, memastikan bahwa IMALA tetap berada di jalur perjuangan yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan mahasiswa Lebak.

Menurut Udi Wahyudi, independensi adalah kunci utama bagi IMALA untuk terus bergerak maju tanpa terbebani oleh kepentingan jangka pendek pihak tertentu.

“Kita harus memastikan bahwa setiap program dan gerakan yang kita lakukan berakar pada kebutuhan riil masyarakat Lebak, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan yang dapat mengaburkan visi idealisme kita,” tegasnya.

Kongres IMALA Ke-XII juga menitikberatkan pada pentingnya kaderisasi sebagai upaya regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi. Proses kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan diyakini akan menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan kepedulian sosial yang tinggi. Kaderisasi ini juga dirancang untuk membekali para anggota dengan kemampuan berpikir kritis, kemampuan advokasi, serta kepekaan terhadap isu-isu lokal dan global.

Sebagai organisasi yang sudah eksis lebih dari satu dekade, IMALA dihadapkan pada tantangan besar di era digital dan globalisasi. Namun, dengan spirit idealisme dan independensi yang kuat, IMALA optimistis mampu menghadapi segala tantangan tersebut. Kongres ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi dan membangun visi yang lebih besar demi kemajuan Lebak dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Saya percaya bahwa masa depan Lebak ada di tangan generasi muda yang berani, idealis, dan independen. IMALA akan terus berjuang untuk itu,” pungkas Udi Wahyudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *